Menteri ATR/BPN Resmikan Ekshibisi Tanah Ulayat:Upaya Sinergi Pendaftaran Tanah Ulayat di Indonesia dan Asean

Berita536 Dilihat

Bandung-artainfonews.com-Dalam rangka membuka acara “International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries”, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Ekshibisi Tanah Ulayat di The Trans Luxury Hotel, Bandung, pada Rabu (4/9/2024).

Dalam sambutannya, Menteri AHY menekankan pentingnya menyatukan visi dan semangat dari berbagai pihak terkait untuk menyukseskan program pendaftaran tanah ulayat di Indonesia dan negara-negara ASEAN. “Ekshibisi ini mempertemukan para _stakeholder_ untuk mencapai kesepahaman dan kolaborasi dalam registrasi tanah ulayat, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN,” ujar Menteri AHY.

Ekshibisi yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh berbagai perwakilan Masyarakat Hukum Adat, termasuk dari Masyarakat Hukum Adat Baduy, Kampung Naga, Dayak Iban Sungai Itik, Dayak Menua Kulan, Dayak Sami, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai, Mukim Siem, Mukim Seulimeum, Kota Sungai Penuh, dan Desa Adat Asah Duren.

Momen ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia untuk menampilkan keberagaman budaya serta menguatkan kerja sama antara Kementerian ATR/BPN di setiap daerah dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat sosialisasi dan implementasi pendaftaran tanah ulayat.

Setelah meresmikan ekshibisi, Menteri AHY mengunjungi berbagai stan pameran dari setiap daerah, disambut dengan penampilan budaya dari suku Baduy hingga Papua. Dalam kesempatan tersebut, Menteri AHY berdialog dengan para peserta dan melihat langsung produk-produk unggulan dari setiap suku.

Kegiatan ini ditutup dengan Menteri AHY menandatangani lukisan yang menjadi sampul buku “Cerita Tanah Ulayat Hari Ini”, karya tim Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Ditjen PHPT).

Acara ini juga dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, serta perwakilan diplomatik dari negara-negara ASEAN di Indonesia. Turut hadir pula delegasi dari lembaga pertanahan negara-negara Asia Tenggara, termasuk National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, Department of Agriculture Land Management (DALAM) Laos, perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand, dan Department of Land Thailand.

Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas pendaftaran tanah ulayat yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.(cs)

Komentar