Viral!Odong-odong Alami Kecelakaan di Depan Kantor PWI Pematangsiantar,Seorang Wanita Alami Luka Serius

Peristiwa763 Dilihat

Pematangsiantar-artainfonews.com-Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram Siantar Punya Cerita mendadak viral setelah memperlihatkan momen tragis kecelakaan odong-odong di Kota Pematangsiantar. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam (7/4/2025) sekitar pukul 22.40 WIB, tepatnya di Jalan Kartini bawah, di depan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematangsiantar.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat sebuah odong-odong yang sedang beroperasi mendadak mengalami patah pada bagian kerangkanya. Suara panik terdengar bersahut-sahutan, sementara kendaraan hiburan itu roboh dan menimpa seorang wanita yang berada di dekat lokasi kejadian.

Korban yang belum diketahui identitasnya mengalami luka serius akibat tertimpa badan kendaraan. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Sementara itu, pengemudi odong-odong tampak panik dan tidak tahu harus berbuat apa.

Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan (LPA) Kota Pematangsiantar, Nita Halida Damanik. Ia mengaku geram dan menyayangkan kejadian tersebut yang menurutnya bisa dicegah sejak lama.

“Sudah sangat lama kami peringatkan agar odong-odong dihentikan operasionalnya. Risikonya besar dan tidak layak digunakan, apalagi di jalan umum. Tapi tetap saja beroperasi tanpa izin. Harus dicari siapa yang membiarkan ini terus terjadi,” tegas Nita dengan nada geram, Rabu (9/4/2025).

Ia juga meminta agar pihak-pihak berwenang seperti Wali Kota, Kapolres, dan DPRD Kota Pematangsiantar tidak lagi menutup mata atas keberadaan odong-odong ilegal yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Mohon tegas! Siapa pun yang membekingi, jangan cuma pikir cuan. Pikirkan keselamatan ibu dan anak. Sudah tahu tidak layak, tapi tetap dibiarkan. Di mana logika kita?” tambahnya.

Nita bahkan menghimbau secara langsung kepada para ibu agar tidak lagi mengajak anak-anak naik odong-odong demi alasan keselamatan. “Gunakan logika dan bijaklah. Pikirkan keselamatan kamu sebagai ibu dan anakmu,” pungkasnya dengan nada emosi.

Odong-odong sendiri merupakan kendaraan hiburan yang sering dijumpai di berbagai kota, termasuk Pematangsiantar. Kendaraan ini biasanya digunakan untuk membawa anak-anak dan keluarga berkeliling kota dengan suasana meriah.

Namun di balik nuansa ceria yang ditawarkan, banyak kendaraan odong-odong yang tidak memenuhi standar keselamatan. Tidak sedikit yang merupakan hasil rakitan tanpa pengawasan teknis dari pihak terkait.

Kecelakaan di Jalan Kartini bawah ini menjadi bukti nyata bahwa kendaraan semacam itu sangat rentan mengalami kerusakan fatal. Apalagi jika tidak ada kontrol dari pihak yang berwenang terkait izin operasional maupun kelayakan kendaraan.

Masyarakat pun mulai angkat suara dan mendesak pemerintah kota untuk turun tangan lebih serius dalam menangani persoalan ini. Mereka khawatir insiden serupa bisa terulang dan memakan korban jiwa di kemudian hari.

Pemerintah Kota Pematangsiantar kini berada di bawah tekanan publik agar segera bertindak tegas dan mengevaluasi total keberadaan odong-odong di wilayah kota. Warga berharap tragedi ini menjadi momentum untuk menghentikan aktivitas kendaraan hiburan ilegal demi keselamatan bersama.(Larsen)

Komentar